50 th :dengan semangat St Pius X menjadi paroki yang berdaya tahan dan berdaya pikat
5o th : Dengan semangat ST Pius X Menjadi Paroki yang Berdaya Pikat dan Berdaya Tahan[1]
Melihat Potret Paroki St Pius X
Paroki St Pius X Karanganyar secara geografis terletak di ujung paling timur dari Keuskupan Agung Semarang. Wilayah territorial pelayanan mulai dari 10 Km arah barat gereja sampai pada 25 km arah timur gereja menuju lereng Gunung Lawu. Rentang yang cukup panjang. Tingkat pendidikan umat mulai dari SD, SMP, SMA, perguruan tinggi bahkan sampai pada Guru Besar. Tingkat profesi umat pun beragam. Mulai dari petani, buruh, karyawan swasta, TNI/ POLRI, dosen, anggota DPRD, wiraswasta, dokter.
Aneka macam komunitas juga terdapat di Paroki St Pius X Karanganyar. Mulai dari kelompok kategorial seperti Misdinar, kelompok pelajar katolik (Dikasdika), ibu-ibu Santa Monika, WKRI, Persekutuan Doa, Kelompok koor Sisilia, kelompok koor Mudika, Kempongmukii dan masih bayak komunitas yang ada. Semua yang ada merupakan potensi besar yang dimiliki oleh Paroki St Pius X Karanganyar.
Paroki St Pius X menjadi Paroki yang berdaya pikat
Gereja merupakan paguyuban umat Allah yang saling melayani dan menghargai serta memungkinkan masing-masing pribadi berkembang secara utuh. Gereja St Pius X memberikan ruang gerak yang cukup leluasa yang memungkinkan masing-masing pribadi merasakan cinta. Entah itu cinta gereja terhadap umat maupun merasakan cinta Tuhan sendiri melalui perayaan ekaristi. Ungkapan cinta itu berbentuk penghargaan, pengakun, penghormatan, kerendahan hati, kasih saying dan bentuk lainnya, Akibat dari cinta yang terungkap memungkinkan manusia untuk mengembangkan kebersamaan dan memperkaya diri menjadi manusia seutuhnya.
Menjadi paroki yang berdaya pikat merupakan sebuah gerakan bersama umat se Paroki St Pius X Karanganyar, dan tidak hanya menjadi pekerjaan dari romo paroki dan dewan paroki. Menjadi berarti sebuah gerakan aktif untuk mewujudkan sesuatu. Daya merupakan kekuatan yang dimiliki masing-masing pribadi dalam gereja St Pius X. dalam hal ini berupa potensi dari umat. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebenarnya paroki ini memiliki kekuatan sumberdaya yang baik. Pikat berarti merupakan daya tarik untuk mengakomodasi potensi yang ada di paroki ini, sehingga mampu menciptakan sebuah sinergi guna memperoleh sesuatu yang lebih tinggi.
Gereja St Pius X berdaya pikat berarti mampu menark perhatian umat sehingga semakin banyak umtayang terlibat. Entah itu bapak, ibu, anak-anak, remaja, kaum muda, Sehingga mampu mewujudkan tata pennggembalaan yang mengikutsertaka bapak,ibu, anak, remaja, kaum muda[2]. Dengan kata lain tidak banyak umat yang selingkuh untuk pergi ke gereja lain karena merasa kurang tertarik dengan dinamuka yang ada di Paroki St Pius X
Untuk berdaya pikat,hendaknya paroki St Pius X mampu menawarkan sesuatu yang berbeda dan dirasa bermanfaat bagi umat. Berdaya pikat dapat dilakukan dengan memberi ruang gerak ynag cukup untuk masing-masing komunitas berkembang dan umat merasakan dan menemukan potensi mdiri mereka melalui aneka macam kegiatan yang ditawarkan. Ini tidak hanya menjadi pekerjaan romo paroki dan dewan paroki. Ini pekerjaan kita bersama. Semakin berdaya pikat maka semakib banyak pula umat yang mau terlibat dalam kehidupan gereja. Bayangkan saja jika Gereja St Pius X karanganyar tidak memikiki daya pkat, mungkin 10-15 tahun lagi hanya akan tinggal sebuah gedung megah tanpa keterlibatan umat.
Berdaya pikat bisa ditampakkan melalui suasana yang dibangun dalam kehidupan menggereja. Suasana kekeluargaan dan saling memberi dukungan, penghargaan akan mampu membuat masing-masing pribadi merasa nyaman dan pada akhirnya mampu terlibar aktif dalam memikirkan gerakan bersama mewujudkan harapan umat.
Paroki St Pius X menjadi paoki yang berdaya tahan
Tak dapat dipungkiri kehidupan manusia penuh dengan adanya gesekan kepentingan. Hal ini terjadi karena setiap individu memiliki tingkat kepentingan yang berbeda. Kehidupan gereja pun tak lepas dari konflik kepentingan. Dinamika dewan paroki, orang muda, komunitas pasti mengalami hal ini. Menjadi paroki yang berdaya tahan berarti mampu untuk menciptakan dan menumbuhkan semangat kebersamaan, kesatuan dari masing-masing perbedaan. Menumbuhkan semangat kebersamaan dapat diwujudkan melalui semangat berbagi dan peduli dengan sesame umat. Sehingga umat mampu merasakan kepeduliaan gereja terhadap kehidupannya.
Menjadi paroki yang berdaya tahan berarti dapat mengakomodasi setiap konflik yang terjadi. Biasanya yang terjadi adalah ketika merasa ada konflik entah dengan romo ataupun dewan paroki umat hanya diam” ya wis lah”. Kalau gereja dalam arti paguyuban tidak dapat mengakomodasi konflik yang terjadi maka bisa dibayangkan masing-masing orang akan mundur secara perlahan karena sudah merasa enggan untuk terlibat. Menjadi paroki berdaya tahan dapat diwujudkan dengan kesediaan umat untuk duduk bersama berbicara dan memberikan ide-ide dan merasa diuwongke. Sapaan gereja terhadap umat bisa jadi merupakan salah satu alternative solusi agar paroki ini mampu berdaya tahan. Walaupun hanya kecil naming sapaan bisa menghasilkan kekuatan yang cukup besar. Harapannya adalah umat semakin merasa tersapa dan pada akhirnya dengan kerelaan hati mau untuk semalin terlibat dalam mewujudkan kebersamaan dan membangun paroki tercinta
Semangat St Pius X hendaknya menjadi semangat gereak bersama umat seluruh paroki. St Pius mengajak kita untuk setia. Setia menghidupi semangat ekaristi yang diajarkannya.SEmangat ekaristi mengajak kita untuk berbagi satu dengan yang lainnya. Seperti Yesus sendiri rela memberikan diri dan membagi hidupnya untuk manusia. Cintailah ekaristi di paroki Anda sendiri. Kalau bukan anda siapa lagi yang akan mencintainya???? Seperti semangat santo Pius X untuk mengabdikan diri bagi gereja semoga kita masing-masing mampu mengabdikan diri untuk gereja dan masyarakat. Dan semoga semangat Santo Pius semakin memampukan kita untuk menjdikan paroki St Pius X menjdi paroki yang memiliki daya pikat dan mampu berdaya tahan di tengah dunia yang semakin keras,
Selamat berpesta emas geejaku saying. Semoga dengan bertambah usia semakin mampu untuk mewujudkan kerajaan Allah. Dan semakin berkembang menuju oaroki yang berdaya pikat dan berdaya tahan
Melihat Potret Paroki St Pius X
Paroki St Pius X Karanganyar secara geografis terletak di ujung paling timur dari Keuskupan Agung Semarang. Wilayah territorial pelayanan mulai dari 10 Km arah barat gereja sampai pada 25 km arah timur gereja menuju lereng Gunung Lawu. Rentang yang cukup panjang. Tingkat pendidikan umat mulai dari SD, SMP, SMA, perguruan tinggi bahkan sampai pada Guru Besar. Tingkat profesi umat pun beragam. Mulai dari petani, buruh, karyawan swasta, TNI/ POLRI, dosen, anggota DPRD, wiraswasta, dokter.
Aneka macam komunitas juga terdapat di Paroki St Pius X Karanganyar. Mulai dari kelompok kategorial seperti Misdinar, kelompok pelajar katolik (Dikasdika), ibu-ibu Santa Monika, WKRI, Persekutuan Doa, Kelompok koor Sisilia, kelompok koor Mudika, Kempongmukii dan masih bayak komunitas yang ada. Semua yang ada merupakan potensi besar yang dimiliki oleh Paroki St Pius X Karanganyar.
Paroki St Pius X menjadi Paroki yang berdaya pikat
Gereja merupakan paguyuban umat Allah yang saling melayani dan menghargai serta memungkinkan masing-masing pribadi berkembang secara utuh. Gereja St Pius X memberikan ruang gerak yang cukup leluasa yang memungkinkan masing-masing pribadi merasakan cinta. Entah itu cinta gereja terhadap umat maupun merasakan cinta Tuhan sendiri melalui perayaan ekaristi. Ungkapan cinta itu berbentuk penghargaan, pengakun, penghormatan, kerendahan hati, kasih saying dan bentuk lainnya, Akibat dari cinta yang terungkap memungkinkan manusia untuk mengembangkan kebersamaan dan memperkaya diri menjadi manusia seutuhnya.
Menjadi paroki yang berdaya pikat merupakan sebuah gerakan bersama umat se Paroki St Pius X Karanganyar, dan tidak hanya menjadi pekerjaan dari romo paroki dan dewan paroki. Menjadi berarti sebuah gerakan aktif untuk mewujudkan sesuatu. Daya merupakan kekuatan yang dimiliki masing-masing pribadi dalam gereja St Pius X. dalam hal ini berupa potensi dari umat. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebenarnya paroki ini memiliki kekuatan sumberdaya yang baik. Pikat berarti merupakan daya tarik untuk mengakomodasi potensi yang ada di paroki ini, sehingga mampu menciptakan sebuah sinergi guna memperoleh sesuatu yang lebih tinggi.
Gereja St Pius X berdaya pikat berarti mampu menark perhatian umat sehingga semakin banyak umtayang terlibat. Entah itu bapak, ibu, anak-anak, remaja, kaum muda, Sehingga mampu mewujudkan tata pennggembalaan yang mengikutsertaka bapak,ibu, anak, remaja, kaum muda[2]. Dengan kata lain tidak banyak umat yang selingkuh untuk pergi ke gereja lain karena merasa kurang tertarik dengan dinamuka yang ada di Paroki St Pius X
Untuk berdaya pikat,hendaknya paroki St Pius X mampu menawarkan sesuatu yang berbeda dan dirasa bermanfaat bagi umat. Berdaya pikat dapat dilakukan dengan memberi ruang gerak ynag cukup untuk masing-masing komunitas berkembang dan umat merasakan dan menemukan potensi mdiri mereka melalui aneka macam kegiatan yang ditawarkan. Ini tidak hanya menjadi pekerjaan romo paroki dan dewan paroki. Ini pekerjaan kita bersama. Semakin berdaya pikat maka semakib banyak pula umat yang mau terlibat dalam kehidupan gereja. Bayangkan saja jika Gereja St Pius X karanganyar tidak memikiki daya pkat, mungkin 10-15 tahun lagi hanya akan tinggal sebuah gedung megah tanpa keterlibatan umat.
Berdaya pikat bisa ditampakkan melalui suasana yang dibangun dalam kehidupan menggereja. Suasana kekeluargaan dan saling memberi dukungan, penghargaan akan mampu membuat masing-masing pribadi merasa nyaman dan pada akhirnya mampu terlibar aktif dalam memikirkan gerakan bersama mewujudkan harapan umat.
Paroki St Pius X menjadi paoki yang berdaya tahan
Tak dapat dipungkiri kehidupan manusia penuh dengan adanya gesekan kepentingan. Hal ini terjadi karena setiap individu memiliki tingkat kepentingan yang berbeda. Kehidupan gereja pun tak lepas dari konflik kepentingan. Dinamika dewan paroki, orang muda, komunitas pasti mengalami hal ini. Menjadi paroki yang berdaya tahan berarti mampu untuk menciptakan dan menumbuhkan semangat kebersamaan, kesatuan dari masing-masing perbedaan. Menumbuhkan semangat kebersamaan dapat diwujudkan melalui semangat berbagi dan peduli dengan sesame umat. Sehingga umat mampu merasakan kepeduliaan gereja terhadap kehidupannya.
Menjadi paroki yang berdaya tahan berarti dapat mengakomodasi setiap konflik yang terjadi. Biasanya yang terjadi adalah ketika merasa ada konflik entah dengan romo ataupun dewan paroki umat hanya diam” ya wis lah”. Kalau gereja dalam arti paguyuban tidak dapat mengakomodasi konflik yang terjadi maka bisa dibayangkan masing-masing orang akan mundur secara perlahan karena sudah merasa enggan untuk terlibat. Menjadi paroki berdaya tahan dapat diwujudkan dengan kesediaan umat untuk duduk bersama berbicara dan memberikan ide-ide dan merasa diuwongke. Sapaan gereja terhadap umat bisa jadi merupakan salah satu alternative solusi agar paroki ini mampu berdaya tahan. Walaupun hanya kecil naming sapaan bisa menghasilkan kekuatan yang cukup besar. Harapannya adalah umat semakin merasa tersapa dan pada akhirnya dengan kerelaan hati mau untuk semalin terlibat dalam mewujudkan kebersamaan dan membangun paroki tercinta
Semangat St Pius X hendaknya menjadi semangat gereak bersama umat seluruh paroki. St Pius mengajak kita untuk setia. Setia menghidupi semangat ekaristi yang diajarkannya.SEmangat ekaristi mengajak kita untuk berbagi satu dengan yang lainnya. Seperti Yesus sendiri rela memberikan diri dan membagi hidupnya untuk manusia. Cintailah ekaristi di paroki Anda sendiri. Kalau bukan anda siapa lagi yang akan mencintainya???? Seperti semangat santo Pius X untuk mengabdikan diri bagi gereja semoga kita masing-masing mampu mengabdikan diri untuk gereja dan masyarakat. Dan semoga semangat Santo Pius semakin memampukan kita untuk menjdikan paroki St Pius X menjdi paroki yang memiliki daya pikat dan mampu berdaya tahan di tengah dunia yang semakin keras,
Selamat berpesta emas geejaku saying. Semoga dengan bertambah usia semakin mampu untuk mewujudkan kerajaan Allah. Dan semakin berkembang menuju oaroki yang berdaya pikat dan berdaya tahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar